Sabtu, 22 Januari 2011

BANTUAN KEUANGAN DESA KABUARAN 2010 DIDUGA SERAP TENAGA LUAR KABUPATEN

Bondowoso,Prosa TV.

Program Bantuan Keuangan Desa 2010 Desa kabuaran Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso mendapat kecaman tajam dari warga desa setempat di karenakan pelaksanaan pekerjaan fisik berupa pengerasan jalan desa justru mempekerjakan tenaga dari luar kabupaten padahal seharusnya Kepala Desa ataupun pihak pelaksana kegiatan seharusnya megutamakan penyerapan tenaga kerja warga setempat sebab program tersebut lebih mengutamakan untuk pemberiaan lapangan pekerjaan di Desa setempat.

Bukti yang berhasil ditemukan yakni keterangan salah satu pekerja di lokasi pekerjaan yakni Pak Yayuk mengakui jika ia dan ke enam pekerja lainnya berasal dari Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember sedangkan diakuinya pula jika ia dipekerjakan karena atas suruhan kepala desa Kabuaran apalagi mereka sudah biasa menerima borongan kerja berupa Pengerasan jalan atau yang sejenisnya.

Menurut salah satu warga, Pak Rai yang mengaku masih orang terdekatnya Kepala Desa, juga masih kerabat saudara kepala desa sangat menyesalkan dengan tindakan Kepala desa yang dulu pernah diharapkan akan memeberikan contoh yang baik bagi warganya namun pada kenyataannya justru yang terjadi malah sebaliknya.

Selain itu pula Pak Rai juga menyinggung kekayaan tersembunyi Kepala Desa Kabuaran, sehingga sangat jelas jika hal tersebut cukup mendominasi jika perhatian kepada warga setempat tidak ada sama sekali karena di desa Kabuaran untuk pekerja tidak mungkin kekurangan.


Sementara ini hasil pekerjaan yang dilaksanakan sudah melewati batas anggaran tahun 2010, jadi ada indikasi jika Laporan Pertanggung Jawaban Pekerjaannya diduga kuat penuh dengan rekayasa, dari Desa Kabuaan Cip melaporkan.(Cip) 

Review Film November 1828: Negeri Para Maling




Sepenggal kalimat Kromoludiro, “Sebuah pademangan jika terdiri dari banyak maling akan membuat sebuah kabupaten tidak bisa berdiri. Sebuah kabupaten jika terdiri dari banyak maling tidak bisa membuat sebuah kepatihan berdiri. Sebuah kepatihan jika terdiri dari banyak maling tidak bisa membuat sebuah kesultanan berdiri kokoh. Jika penduduk sebagian besar terdiri dari maling, maka lebih baik pulau Jawa ini tenggelam ke dasar laut.”
Kata-kata itu keluar dari seorang tokoh Kromoludiro dalam film November 1828 garapan Teguh Karya. Kata “maling” identik dengan penjahat, bajingan, bromocorah, dan lain sebagainya. Namun jika kita kaitkan dengan sistem pemerintahan (pademangan, dsb) adalah lebih tepat untuk sebutan para koruptor. “Maling” adalah koruptor. Jika dalam sebuah pemerintahan yang paling kecil aja terdiri atas “maling” maka tidak dapat membangun sistem pemerintahan tertingi.
Koruptor adalah sejahat-jahatnya penjahat. Kumpulan ini lah yang merongrong kemakmuran dan kesejahteraan negeri. Film November 1828 dibuat pada tahun 1978, yang mana atmosfer perpolitikan saat itu sangat Orba sekali. Untuk ketiga kalinya Soeharto menaiki tampuk kekuasaan. Kita tak dapat memungkiri sejarah. Bahwasannya pada tahun 1978 berhembus permsalahan korupsi yang sudah lama mengakar dalam pemerintahan Orba. Pun para “maling” bisa tersenyum dalam menjalankan aksinya. Kenapa? Karena semuanya adalah sama-sama maling, sudah ada kong-kalikong­ diantara sesama. Yang jadi korban tetap rakyat kecil, yang menjadi ajang eksploitasi para “maling”. Kata pademangan sendiri adalah bentuk pemerintahan terkecil dari sebuah pemerintahan. Apa jadinya, jika yang paling kecil aja sudah dikuasai para “maling” dapat dipastikan atasnya lebih dari pada “maling”.
Secara tidak langsung film ini menjadi kritik atas pemerintahan yang ada. Mulai dari jaman kolonial sampai jaman Orba pada saat itu. Sejak jaman kolonial, praktik korupsi sudah ada dan mengakar di kalangan pemerintahan. Banyak pejabat di daerah-daerah yang menarik upeti terlalu tinggi buat rakyat. Yang dinikmati hanya oleh segelintir orang. Rakyatpun tak dapat bernafas lega dalam kesehariannya. Sebab sistem kekuasaan yang ada menjadi harapan kemakmuran bersama sudah dikuasai para “maling”. Mau tidak mau rakyat juga akan mengikuti permainan si maling agar bisa tetap bertahan.
Dalam lingkup kekuasaan, godaan akan memakmurkan diri sendiri sangatlah besar. Aji mumpung adalah kesempatan yang langka. Jadi dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menumpuk kekayaan dan berusaha tetap memperthankan kekuasaan. Kita butuh loncatan besar, terobosan yang berani dan terstruktur dalam upaya pemberantasan “maling” (koruptor), agar negeri ini mampu “berdiri kokoh” dan tidak “tenggelam ke dasar laut” sebagaimana diisyaratkan tokoh Kromoludiro di atas. Pangkal tolaknya memang berada pada penguasa, tapi kita juga tak dapat menutup mata bahwa korupsi terjadi karena moralitas jahat yang bersemayam dalam tubuh masyarakat kita. Perubahan memang harus dilakukan. Jawabannya bisa dimulai dari mengurai dan memutus rantai mafia peradilan. Ungkapan Goenawan Mohamad dalam esai catatan pinggirnya tentang sandiwara di sebuah pengadilan mungkin bisa menggambarkan maksud istilah “mafia peradilan” itu: “Hakim berpura-pura tertib, tapi yang nongkrong adalah yang punya kekuatan. Peraturan dan hukum hanya sebuah kemasan. Selebih: para petugas uang, koneksi.”
Mafia peradilan adalah ujung tombak yang sebenarnya dalam permasalahan korupsi. Banyak kasus korupsi yang kandas setelah masuk meja peradilan. Karena saking malingnya, pengadilan yang seharusnya menjadi intitusi keadilan tertinggi sudah berisikan mafia-mafia penjual keadilan. Yang memiliki uang dan kekuasaanlah yang bisa membiayai mulusnya sebuah kasus. Maka wajar saja, jika Kromoludiro mengatakan lebih baik Pulau Jawa ini tenggelam. Seakan sudah tak ada tempat keadilan dan kebenaran di tanah ini. Ya, lebih baik tenggelamkan saja daripada semakin menambah mudhorot di semua bidang kemaslahatan.
Pulau Jawa adalah representasi pemerintahan Indonesia. Apa jadinya, jika Jawa sudah berisikan maling, bagaimana dengan pulau-pulau yang lain? Hampir sebagian besar pemerintahan di negeri ini dipegang oleh orang-orang Jawa atau paling tidak pernah ada di Jawa. Yang menjadi pertanyaan, kenapa bisa seperti ini? Bukankah Jawa sendiri sangat kental akan budayanya. Yang sangat menjunjung kemaslahatan bersama. Ternyata, godaan kekuasaan tak mengenal kata suku, ras, dan golongan. Semuanya bisa tergoda. Hanya saja dalam setting Indonesia, Jawa menjadi tolak ukur pemerintahan yang ada. Apalagi tahun 1978 saat dibuatnya film ini, untuk ketiga kalinya “orang jawa” memimpin kekuasaan bak raja-raja nusantara terdahulu.
Pesan yang disampaikan Kromoludiro ini tidak hanya menggambarkan praktek “maling” jaman dulu (setting film), tahun pembuatan film (KKN waktu Orba), akan tetapi juga penggambaran untuk pemerintahan mendatang (saat ini). Praktek KKN akan tetap tumbuh subur karena layaknya sudah mentradisi di setiap generasi pemerintahan.
Pademangan yang seharusnya menjadi basis dan pondasi kekuasaan pusat sudah bermasalah dengan “maling” dapat dipastikan tidak bisa menopang kekuasaan yang di atasnya. Begitu juga seterusnya. Film ini menjadi relevan dengan keadaan sekarang ini.Hampir separuh lebih provinsi di negeri ini dipimpin kepala daerah yang bermasalah (Kompas, 18 Januari 2011). Bahkan pada tahun 70-an, pada waktu itu Soeharto mengesahkan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang pertama. namun kasus korupsi justru meningkat. Jaksa Agung Muda Bidang Operasi Sadili Sastrawijaya membeberkan pada 1978, kasus korupsi meningkat pesat dan uang negara hilang hingga Rp 29,8 miliar. Padahal pada 1977, uang negara yang hilang akibat kasus korupsi sebesar Rp 4,02 miliar. Kemudian Soeherto membentu Operasi Tertib yang dikepalai Sudomo. Akan tetapi, seperti usaha-usaha pemberantasan korupsi sebelumnya, hilang entah kemana.
Praktek KKN beserta mafia-mafianya adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Mereka satu aksi, satu tujuan, yaitu “maling” di rumah rakyat. Penguasa yang seharusnya menjadi tauladan akan kepemimpinannya justru malah melukai hati rakyatnya. Tak heran, jika ketokohan Kromoludiro lebih dihormati kepemimpinannya dari pada Jayengwirono. Jayengwirono menjadi representasi bentuk pemimpin yang memanfaatkan kekuasaannya dengan “menjual” rakyatnya sendiri kepada penjajah.
Apalagi di era pemerintahan sekarang, yang katanya pro demokrasi. Justru biaya demokrasi yang berbentuk uang itu sangat mahal harganya. Sebut saja dalam membiayai pemilihan pilkada saja, butuh dana 60-100 milyar (Kompas, 18 Januari 2011). Darimanakah dana tersebut? Pastinya dari para sponsor yang ingin menikmati aji mumpung jika kekuasaan kelak diraih. Kekuasaan tidak dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. Tapi sebagai lahan pengembalian modal selama masa kampanye. Sekaligus penambahan modal untuk waktu mendatang. Tak heran jiak praktek KKN begitu subur di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini. Tapi gemah ripah ini hanya milik para “maling”. Menonton film ini dengan memaknai kata-kata Kromoludiro seperti menonton opera layar lebar pola tingkah laku pemerintahan di negeri ini. Satu Gayus saja bisa merusak kepercayaan rakyat. Dan diyakini masih banyak “maling-maling” layaknya Gayus di luar sana. Lebih baik tenggelam saja “Pulau Jawa” (pemerintahan korup ini). Inilah negeri para maling. Dan saya sendiri adalah bagian dari maling.

Kamis, 13 Januari 2011

TIGA DESA LANGGAR RAB BANTUAN REHAB RUMAH, OKNUM PENDAMPING CATUT KECAMATAN

Bondowoso,ProsaTV.

Dana bantuan perbaikan rumah untuk warga miskin yang sumber Dananya berasal dari Pemerintah Pusat, jelas dan mutlak telah disalah gunakan oleh oknum pejabat di Desa termasuk pula oknum pendamping bahkan tidak tanggung tanggungnya nama Kecamatan dicatut catutkan oleh salah satu pendamping jika dana bantuan tersebut dibagi-bagi(Fifty-fifty-Red) dengan dengan Kecamatan dan pernyataan oknum pendamping terlontar di hadapan 3 orang saksi di rumah LPMD (Karyono) dan ke-tiga saksi tersebut, yakni Ketua Forum Pemuda Karang Melok (Holik), Pengawas Program Rehab Rumah (Sugeng), dan salah pengurus PNPM Desa Karang Melok (Dayat)

Sementara itu P.Mina selaku Bendahara kegiatan tersebut tidak sekalipun mengetahui sejauhmana dan bagaimana serta berapa Dana yang direalisasikan karena ia tidak pernah dilibatkan apalagi sampai menandatangani pencairan Dananya, sebab ia tidak bisa baca tulis selain itu selang wartawan usai menanyakannya, Ida yang bertugas sebagai pendamping mengatakan kepada P. Mina," kenapa memberitahu kepada wartawan, rumahnya direhab aja sudah untung ?" ujar P. Mina kepada wartawan.

Menurut Camat Tamanan di Pendopo Kecamatan Tamanan menjelaskan, bahwa ia berterima kasih atas informasi wartawan dan saat itu pula perintahkan sejumlah jajaran staff Kecamatan untuk menindak lanjutinya karena persoalan ini sudah masuk kepada Bupati Bondowoso termasuk pula telah tercium oleh Pihak POLRES BONDOWOSO, sebab Camat Tamanan masih beberapa hari menjabat menggantikan Camat lama, namun apapun alasannya Camat sangat menyanyangkan jika hal ini terjadi apalagi nyatut nama Kecamatan dan tidak dibenarkan jika RAB ada di Kecamatan.

Rata-rata penyimpangan yang terjadi di Tiga Desa yakni pada posisi material berupa Batu-bata ,batu kali,kayu usuk,semen,kapur,kaca dan lain sebagainya sehingga semua warga penerima merasa kecewa dan siap untuk dimintai keterangan jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sebab hak-hak mereka telah dirampas, jadi Pantaskah apabila Program Bantuan seperti ini kembali diberikan jika masih saja diselewengkan? Dari Tamanan, Bonodowoso, Jawa Timur,  Cipto melaporkan 

Rabu, 05 Januari 2011

SDN CURAHDAMI II BONDOWOSO AMBRUK


Bondowoso.Prosa.com)

Gedung Sekolah Dasar Negeri Curahdami II Kecamatan Curahdami-Bondowoso hari Selasa (5/I/2011) sekitar pukul 07.30 WIB tanpa sebab tiba-tiba ambruk tepatnya pada posisi gedung kelas VI , untungnya pada saat kejadian sejumlah siswa-siswi sedang mengikuti acara JJS(Jalan Jalan Sehat) sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang didapat bahwa sebenarnya Gedung tersebut sudah pernah direhab 5 tahun sebelumnya namun jka dilihat dari kondisi ambruknya gedung, diperkirakan jika bahan yang dipakai kurang berkwalitas dan kurang tepatnya teknik bangunan yang dikerjakan sehingga dengan ambruknya gedung tersebut diharapkan agar hal ini benar-benar menjadi pehatian khusus agar tidak akan lagi sehingga tidak akan menimbulkan korban.
Warga tetap merasa bersyukur karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun seandainya terjadi maka secara pasti mereka akan menuntut siapa yang harus bertanggung jawab.Dari Curahdami  Bondowoso, Jawa Timur, Cipto Haryono  melaporkan.

Tiap Tahun Baru Lalu Lintas di Pasir Putih Macet

Arus Laulu Lintas Sepanjang jalan Pemandangan PASIR-PUTIH Situbondo Jawa Timur mengalami kemacetan, hal itu disebabkan membludaknya masyarakat baik yang berasal dari Situbondo itu sendiri maupun dari luar situbondo yang akan dan sedang menikmati Tahun baru 2011.

Sementara itu beberapa personil yang dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas maupun untuk menjaga keamanan wilayah setempat bukan hanya dari pihak aparat Polri dan TNI namun terlihat pula sejumlah relawan dari Pramuka turut pula membantu pelaksanaan tersebut meskipun hujan terus mengguyur.

Dari Informasi yang diterima, bahwa sejauh ini tidak ada kecelakaan lalu-lintas yang terjadi mengingat beberapa Aparat telah bekerja dengan optimal. Dari Kawasan Wisata Pantai Pasir putih, Situbondo, Jawa Timur, Cipto Haryono melaporkan(Cip)

CLIQUERS UNGU BONDOWOSO BERIKAN BANTUAN BERAS DAN BAJU LAYAK PAKAI



Community CLIQUERS UNGU BONDOWOSO yang merupakan gabungan para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bondowoso dengan 10 orang sebagai perwakilan,berikan bantuan beras dan baju layak pakai kepada warga sangat miskin dsn.Krajan desa Kladi Kecamatan Cerme kabupaten Bondowoso,pada hari Minggu tgl.2 Januari 2011 dan diterima langsung oleh Kepala dan Sekdes Kladi dimana kegiatan yang akan selalu dilakukan tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebagai pelajar merekapun bisa berbuat yang lebih baik dan mau berbagi dengan sesama.

Pada waktu sebelumnya perwakilan CLIQUERS UNGU Bondowoso, telah menghadap dan bertemu langsung dengan Bapak Bupati Bondowoso di Pendopo, dimana Bupati sangat mendukung serta berharap agar Kegiatan seperti ini dapat lebih dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, apalagi baru kali ini Gabungan Kelompok pelajar sudah mempunyai pola pikiran yang sangat berwawasan luas kedepan,dan Diharapkan para Guru bisa pula memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.demikian Cip melaporkan dari Kladi Cerme.(Cip)

















 

Selasa, 04 Januari 2011

SDN CURAHDAMI II BONDOWOSO AMBRUK




Gedung Sekolah Dasar Negeri Curahdami II Kecamatan Curahdami-Bondowoso hari Selasa (5/I/2011) sekitar pukul 07.30 WIB tanpa sebab tiba-tiba ambruk tepatnya pada posisi gedung kelas VI , untungnya pada saat kejadian sejumlah siswa-siswi sedang mengikuti acara JJS(Jalan Jalan Sehat) sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang didapat bahwa sebenarnya Gedung tersebut sudah pernah direhab 5 tahun sebelumnya namun jka dilihat dari kondisi ambruknya gedung, diperkirakan jika bahan yang dipakai kurang berkwalitas dan kurang tepatnya teknik bangunan yang dikerjakan sehingga dengan ambruknya gedung tersebut diharapkan agar hal ini benar-benar menjadi pehatian khusus agar tidak akan lagi sehingga tidak akan menimbulkan korban.
Warga tetap merasa bersyukur karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun seandainya terjadi maka secara pasti mereka akan menuntut siapa yang harus bertanggung jawab.Dari SDN Curahdami II Cip melaporkan(Cip/onemedia/ans)

Minggu, 02 Januari 2011

JANGAN TAKUT IBU

 Sajak WS Rendra


matahari musti terbit
matahari musti tenggelam
melewati hari hari yang panas
ada kanker payudara
ada encok dan uban
ada gubernur sarapan buruh pabrik
bupati mengunyah aspal
anak anak sekolah dijadikan bonsai
jangan takut ibu,kita harus bertahan
karena ketakutan akan meningkatkan penindasan
manusia musti lahir
manusia musti mati
diantara kelahiran dan kematian
bom atom dijatuhkan di hirosima dan nagasaki
serdadu serdadu jepang memenggal para patriot patriot asia
uskup membakar gereja gereja orang hitam amerika
teroris amerika meletakkan bom di oprahoma memanggang orang tua ibu ibu dan bayi bayi
di mayumi turis eropa dirampok dan dibunuh
serdadu inggris membantai pemuda irlandia
orang irlandia meledakkan bom di london yang tidak aman
jangan takut ibu !
jangan mau digertak
jangan mau diancam
karena ketakutan meningkatkan penjajahan
sungai waktu menghanyutkan keluh kesah yang meranggas
keringat bumi menyangga peradaban insan
menjadi uranium dan merkuri
tetapi jangan takut ibu
bulan bagai alis mata terbit di ulu hati
prasti bimasakti berdzikir di dahi
aku cium tanganmu ibu
rahim dan susumu adalah persemaian harapan
kekuatan ajaib insan
dari zamanmu ke zamanku

by WS Rendra
Haul Waliyullah Ahmad Mutamakkin

10 Muharram 1430 H
Perguruan Islam Salafiyah Kajen Pati

CLIQUERS UNGU BONDOWOSO BERIKAN BANTUAN BERAS DAN BAJU LAYAK PAKAI

Bondowoso.prosa.com)

Community CLIQUERS UNGU BONDOWOSO yang merupakan gabungan para pelajar tingkat SMP dan SMA di Bondowoso dengan 10 orang sebagai perwakilan,berikan bantuan beras dan baju layak pakai kepada warga sangat miskin dsn.Krajan desa Kladi Kecamatan Cerme kabupaten Bondowoso,pada hari Minggu tgl.2 Januari 2011 dan diterima langsung oleh Kepala dan Sekdes Kladi dimana kegiatan yang akan selalu dilakukan tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebagai pelajar merekapun bisa berbuat yang lebih baik dan mau berbagi dengan sesama.

Pada waktu sebelumnya perwakilan CLIQUERS UNGU Bondowoso, telah menghadap dan bertemu langsung dengan Bapak Bupati Bondowoso di Pendopo, dimana Bupati sangat mendukung serta berharap agar Kegiatan seperti ini dapat lebih dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, apalagi baru kali ini Gabungan Kelompok pelajar sudah mempunyai pola pikiran yang sangat berwawasan luas kedepan,dan Diharapkan para Guru bisa pula memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.demikian Cip melaporkan dari Kladi Cerme.(Cip)

Sabtu, 01 Januari 2011

TAHUN BARU 2011 LALU LINTAS JALAN PASIR -PUTIH MACET

Arus Laulu Lintas Sepanjang jalan Pemandangan PASIR-PUTIH Situbondo Jawa Timur mengalami kemacetan, hal itu disebabkan membludaknya masyarakat baik yang berasal dari Situbondo itu sendiri maupun dari luar situbondo yang akan dan sedang menikmati Tahun baru 2011.

Sementara itu beberapa personil yang dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas maupun untuk menjaga keamanan wilayah setempat bukan hanya dari pihak aparat Polri dan TNI namun terlihat pula sejumlah relawan dari Pramuka turut pula membantu pelaksanaan tersebut meskipun hujan terus mengguyur.

Dari Informasi yang diterima, bahwa sejauh ini tidak ada kecelakaan lalu-lintas yang terjadi mengingat beberapa Aparat telah bekerja dengan optimal. Dari Kawasan Wisata Pantai Pasir putih, Cipto Haryono melaporkan(Cip)

KADES SUKODONO TABRAK UU NO.40'1999, HAMBAT PEKERJAAN WARTAWAN?



Bondowoso.Prosa.com)

Arogansinya seorang Kepala Desa Sukodono Kecamatan Pujer Kab Bondowoso kepada dua wartawan Mingguan, Kirmanto (Xpose) dan Azis (Surabaya Minggu) benar-benar merupakan tindakan yang tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin dimana sikap yang ditunjukkan kepada ke-dua wartawan tersebut layaknya sikap seorang Preman kampungan, atau karena dangkalnya SDM yang dimiliki atau pula karena jabatannya sebagai kepala Desa yang dianggap segala-galanya meskipun merebak kabar burung jika Kepala Desa mengalami tekanan kejiwaan.

Kejadian tersebut bermula pada saat kedua wartawan tersebut melakukan liputan terkait dugaan penyimpangan Program BKD Desa Sukodono berupa pengerasan jalan poros tanpa adanya pasir serta buruknya bahan material yang sedang dikerjakan, bahkan beberapa warga setempat juga memberikan informasi kepada kepada ke-dua wartawan tersebut jika hasil yang sudah rampung dikerjakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,salah satu pemberi Informasi tersebut masih dari keluarga kepala Desa itu sendiri.

Tiba-tiba dari arah belakang dengan mengendarai Motor trill dan dengan kecepatan penuh Kepala Desa Sukodono, Fathor terkesan ada rencana untuk mencelakai ke dua wartawan tersebut namun berhasil menyelamatkan diri, saat itu juga dengan tetap bertutur kata santun Kepala Desa dikonfirmasi terkait informasi masyarakat serta hasil pekerjaan yang diduga kuat menyimpang namun dengan jawaban arogan bahwa jalan tersebut adalah urusannya bukan urusan wartawan sehingga jawaban layaknya anak TK dan mengejutkan tersebut tetap diterima dan dicatat dalam ingatan. 

Menurut Camat Pujer bahwa ia sangat menyayangkan jika ini terjadi karena Wartawan adalah Mitra kerjanya juga Mitra Kepala Desa dan akan memberikan pembinaan khusus, selain itu Ketua SKAK, Napi dengan bijak meminta maaf atas kejadian tersebut, Namun ada pertanyaan yang masih belum terjawab " Jika sudah tidak mampu membina dirinya sendiri, apakah mampu membina masyarakatnya dan masih pantaskah Kepala Desa Sukodono menjabat sebagai Kepala Desa dalam jangka panjang?".(Cip)

With a card! PICNIC

With a card!

Jalan Sucipto, Situbondo Banjir Lagi

Hujan yang mengguyur sejak sore kemarin hingga kini, Sabtu (01/01/2011) telah membuat sejumlah jalan-jalan di Kabupaten Situbondo, Jawa  Timur (Jatim) banjir akibat sistem saluran drainase buruk. Akibatnya, air hujan yang mengalir masuk ke seloka-selokan mampet yang akhirnya meluber ke jalan-jalan terutama di sepanjang jalan Sucipto (depan Kantor Catatan Sipil) hingga sebelah utara Kantor Dinas Koperasi & UKM. Dan ketika sepanjang jalan Sucipto banjir akibat air hujan yang tak menemukan jalan di selokan-selokan, banyak sepeda motor maupun mobil yang macet akibat mati mesin kemasukan air di jalan tersebut.


Hal itu terbukti dengan adanya dua pengendara sepeda motor yang mesinnya mati akibat kemasukan air karena jalan yang dilalluinya, tingginya air nyaris menyentuh mesin.
"Saya dari arah selatan mau ke Desa Olean, tapi berhubung sepeda motor saya macet, ya terpaksa saya mendorong sepeda saya ini, mas," ujarnya kepada PROSA ONLINE, Sabtu, (01/01/2011). (ANS)

Jumat, 31 Desember 2010

PROSA

Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi

(Oleh: Seno Gumira Ajidarma)

                                                                             
“Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.
”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset, ” sambung warga yang lain.
Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.
”Masih satu menit lagi,” ujarnya.
Satu menit segera lewat. Terdengar derit pintu kamar mandi. Serentak orang-orang yang mengiringi Pak RT mengarahkan telinganya ke lobang angin, seperti mengarahkan antena parabola ke Amerika seraya mengacungkan telunjuk di depan mulut.
”Ssssstttt!”
Pak RT melihat wajah-wajah yang bergairah, bagaikan siap dan tak sabar lagi mengikuti permainan yang seolah-olah paling mengasyikkan di dunia.
Lantas segalanya jadi begitu hening. Bunyi pintu yang ditutup terdengar jelas. Begitu pula bunyi resluiting itu, bunyi gesekan kain-kain busana itu, dendang-dendang kecil itu, yang jelas suara wanita. Lantas byar-byur-byar-byur. Wanita itu rupa-ruapnya mandi dengan dahsyat sekali. Bunyi gayung menghajar bak mandi terdengar mantab dan penuh semangat. Namun yang dinanti-natikan Pak RT bukan itu. Bukan pula bunyi gesekan sabun ke tubuh yang basah, yang sangat terbuka untuk ditafsirkan sebebas-bebasnya.
Yang ditunggu Pak RT adalah suara wanita itu. Dan memang dendang kecil itu segera menjadi nyanyian yang mungkin tidak teralu merdu tapi ternyata merangsang khayalan menggairahkan. Suara wanita itu serak-serk basah, entah apa pula yang dibayangkan orang-orang dibalik tembok dengan suara yang serak-serak basah itu. Wajah mereka seperti orang lupa dengan keadaan sekelilingnya. Agaknya nyanyian wanita itu telah menciptakan sebuah dunia di kepala mereka dan mereka sungguh-sungguh senang berada disana.
Hanya hansip yang masih sadar.
”Benar kan Pak?”
Pak RT tertegun. Suara wanita itu sangat merangsang dan menimbulkan daya khayal yang meyakinkan seperti kenyataan.
Pak RT memejamkan mata. Memang segera tergambar suatu keadaan yang mendebarkan. Bunyi air mengguyur badan jelas hanya mengarah tubuh yang telanjang. Bunyi sabu menggosok kulit boleh ditafsirkan untuk suatu bentuk tubuh yang sempurna. Dan akhirnya ya suara serak-serak basah itu, segera saja membayangkan suatu bentuk bibir, suatu gerakan mulut, leher yang jenjang, dan tenggorokan yang panjang—astaga, pikir Pak RT, alangkah sensualnya, alangkah erotisnya, alangkah sexy!
Ketika Pak RT membuka mata, keningnya sudah berkeringat. Dengan terkejut dilihatnya warga masyarakat yang tenggelam dalam ekstase itu mengalami orgasme.
”Aaaaaaahhhhh!”
Dalam perjalanan pulang, hansip memberondongnya dengan pertanyaan.
”Betul kan pak, suaranya sexy sekali ?”
”ya.”
’Betul kan Pak, suaranya menimbulkan imajinasi yang tidak-tidak?”
”Ya.”
”Betul kan Pak nyanyian di kamar mandi itu meresahkan masyarakat?”
”Boleh jadi.”
”Lho, ini sudah bukan boleh jadi lagi Pak, sudah terjadi! Apa kejadian kemarin belum cukup?”
***
Kemarin sore, ibu-ibu warga sepanjang gang itu memang memenuhi rumahnya. Mereka mengadu kepada Pak RT, bahwa semenjak terdengar Nyanyian dari kamar mandi rumah Ibu Saleha pada jam-jam tertentu, kebahagiaan rumah tangga warga sepenjang gang itu terganggu.
”Kok Bisa?” Pak RT bertanya.
”Aduh, Pak RT belum dengar sendiri sih! Suaranya sexy sekali!”
”Saya bilang Sexy sekali, bukan hanya sexy. Kalau mendengar suaranya, orang langsung membayangkan adegan-adegan erotis Pak!”
”Sampai begitu?”
”Ya, sampai begitu! Bapak kan tahu sendiri, suaranya yang serak-serak basah itu disebabkan karena apa!”
”Karena apa? Saya tidak tahu.”
”Karena sering di pakai dong!”
”Dipakai makan maksudnya?”
”Pak RT ini bagaimana sih? Makanya jangan terlalu sibuk mengurusi kampung. Sesekali nonton BF kek, untuk selingan supaya tahu dunia luar.”
”Saya, Ketua RT, harus nonton BF, apa hubungannya?”
”Supaya Pak RT tahu, kenapa suara yang serak-serak basah itu sangat berbahaya untuk stabilitas spanjang Gang ini. Apa Pak RT tidak tahu apa yang dimaksud dengan adegan-adegan erotis? Apa Pak RT tidak tahu dampaknya bagi keidupan keluarga? Apa Pak RT selama ini buta kalau hampir semua suami di gang ini menjadi dingin di tempat tidur? Masak gara-gara nyanyian seorang wanita yang indekost di tempat ibu Saleha, kehidupan seksual warga masyarakat harus terganggu? Sampai kapan semua ini berlangsung? Kami ibu-ibu sepanjang gang ini sudah sepakat, dia harus diusir!”
”lho, lho, lho, sabar dulu. Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Dengan musyawarah, dengan Mufakat, jangan main hakim sendiri. Dia kan tidak membuat kesalahan apa-apa? Dia hanya menyanyi di kamar mandi. Yang salah adalh imajinasi suami ibu-ibu sendiri, kenapa harus membayangkan adegan-adegan erotis? Banyak penyanyi Jazz suaranya serak-serak basah, tidak menimbulkan masalah. Padahal lagu-lagunya tersebar ke seluruh dunia.”
”Ooo itu lain sekali pak. Mereka tidak menyanyikannya di kamar mandi dengan iringan bunyi jebar-jebur. Tidak ada bunyi resluiting, tidak ada bunyi sabun menggosok kulit, tidak ada bunyi karet celana dalam. Nyanyian dikamar mandi yang ini berbahaya, karena ada unsur telanjangnya Pak! Porno! Pokoknya kalau Pak RT tidak mengambil tindakan, kami sendiri yang akan beramai-ramai melabraknya!”
Pak RT yang diserang dari segala penjuru mulai kewalahan. Ia telah menjelaskan bahwa wanita itu hanya menyanyi di kamar mandi, dan itu tidak bisa di sebut kesalahan, apalagi melanggar hukum. Namun ia tak bisa menghindari kenyataan bahwa ibu-ibu disepanang gang itu resah karena suami mereka menjadi dingin di tempat tidur. Ia tidak habis pikir, bagaimana suara yang serak-serak basah bisa membuat orang berkhayal begitu rupa, sehingga mempengaruhi kehidupan sexual sepasang suami istri. Apakah yang terjadi dengan kenyataan sehingga seseorang bisa bercinta dengan imajinasi? Yang juga membuatnya bingung, kenapa para suami ini bisa mempunyai imajinasi yang sama?
”Pasti ada yang salah dengan sistem imajinasi kita,” pikirnya.
Sekarang setelah mendengar sendiri suara yang serak-serak basah itu, Pak RT mesti mengakui suara itu memang bisa dianggap sexy dengan gambaran umum mengenai suara yang sexy. Meski begitu pak RT juga tahu bahwa seseorang tidak harus membayangkan pergumulan di ranjang mendengar nyanyian dari kamar mandi itu, walaupun ditambah dengan bunyi byar-byur-byar-byur, serta klst-klst-klst bunyi sabun menggosok kulit.
Karenanya, Pak RT berkeputusan tidak akan mengusir wanita itu, melainkan mengimbaunya agar jangan menyanyi di kamar mandi, demi kepentingan orang banyak.
Di temani Ibu Saleha yang juga sudah tau duduk perkaranya, Pak RT menghadapi wanita itu. Seorang wanita muda yang tidak begitu cantik juga tidak tergolong jelek. Seorang wanita muda yang hidup dengan sangat teratur. Pergi kantor dan pulang ke rumah pada waktu yang tepat. Bangun tidur pada jam yang telah di tentukan. Makan dan membaca buku pada saat yang selalu sama. Begitu pula ketika ia harus mandi, sambil menyanyi dengan suara serak-serak basah.
”Jadi suara saya terdengar sepanjang gang di belakang rumah? ”
”Betul, Zus”
”Dan ibu-ibu meminta saya agar tidak menyanyi supaya suami mereka tidak berpikir yang bukan-bukan?”
”ya, kira-kira begitu Zus.”
”Jadi selama ini ternyata para suami di sepanjang gang dibelakang rumah membayangkan tubuh saya telanjang ketika mandi, dan membayangkan bagaimana seandainya saya bergumul dengan mereka di ranjang, begitu?”
Pak RT sudah begitu malu. Saling memandang dengan Ibu Saleha yang wajahnya pun sama-sama sudah merah padam. Wanita yang parasnya polos itu membasahi bibinya dengan lidah. Mulutnya yang lebar bagaikan mengandung tenaga yang begitu dahsyat untuk memamah apa saja di depannya.
Pak RT melirik wanita itu dan terkesiap melihat wajah itu tersenyum penuh rasa maklum. Ia tidak menunggu jawaban Pak RT.
”Baiklah Pak RT, Saya usahakan untuk tidak menyanyi di kamar mandi,” Ujarnya dengan suara yang serak-serak basah itu, ”akan saya usahakan agar mulut saya tidak mengeluarkan suara sedikit pun, supaya para suami tidak membayangkan diri mereka bergumul dengan saya,  sehingga mengganggu kehidupan seksual keluarga sepanjang gang ini”.
”Aduh, terimakasih banyak Zus. Harap maklum Zus, saya Cuma tidak ingin masayrakat menjadi resah.”
Begitulah semenjak itu, tak terdengar lagi nyanyian bersuara serak-serak basah dari kamar mandi diujung gang itu. Pak RT merasa lega. ”semuanya akan berjalan lancar,” pikirnya. Kadang-kadang ia berpapasan dengan wanita yang penuh pengertian itu. Masih terbayang di benak Pak RT betapa lidah wanita itu bergerak-gerak membasahi bibirnya yang sungguh-sungguh merah.
***
Tapi Pak RT rupanya masih harus bekerja keras. Pada suatu sore hansip melapor.
”Kaum ibi sepanjang gang ternyata masih resah pak.”
”Ada apa lagi? Wanita itu sudah tidak menyanyi lagi kan?”
”Betul Pak, tpi menurut laporan ibu-ibu pada saya, setiap kali mendengar bunyi jebar-jebur dari kamar mandi itu, para suami membayangkan suaranya yang serak-serak basah. Dan karena membayangkan suaranya yang serak-serak basah yang sexy, lagi-lagi meraka membayangkan pergumulan di ranjang dengan wanita itu Pak. Akibatnya, kehidupan seksual warga kampung sepanjang gang ini masih belum harmonis. Para ibu mengeluh suami-suami mereka masih dingin ditempat tidur, pak!”
”Jangan-jangan khayalan para ibu tentang isi kepala suami mereka sendiri juga berlebihan! Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu juga membayangkan yang tidak-tidak meski hanya mendengar jebar-jebur orang mandi saja?”
Hansip itu tersenyum malu.
”Saya belum kawin, pak.”
”Aku tahu, maksudku kamu membayangkan adegan-adegan erotis atau tidak kalu mendengar dia mandi?”
”Ehm! Ehm!”
”Apa itu Ehm-Ehm?”
”Iya, Pak”
”Nah, begitu dong terus terang. Jadi ibu-ibu maunya apa?”
”Mereka ingin minta wanita itu diusir Pak.”
Terbayang di mata Pak RT wajah ibu-ibu sepanjang gang itu. Wajah wanita-wanita yang sepanjang hari memakai daster, sibuk bergunjing, dan selalu ada gulungan keriting rambut dikepalanya. Wanita-wanita yang selalu menggendong anak dan kalu teriak-teriak tidak kira-kira kerasnya, seperti di sawah saja. Wanita-wanita yang tidak tahu cara hidup selain mencuci baju dan berharap-harap suatu hari bisa membeli mebel yang besar-besar untuk ruang tamu mereka yang sempit.
”Tidak mungkin, wanita itu tidak bersalah. Bahkan melarangnya nyanyi saja sudah keterlaluan.”
”Tapi imajinasi porno itu tidak bisa dibendung Pak.”
“Bukan salah wanita itu dong! Salahnya sendiri kenapa mesti membayangkan yang tidak-tidak? Apa tidak ada pekerjaan lain?”
“Salah atau tidak, menurut ibu-ibu adalah wanita itu penyebabnya Pak. Ibu-ibu tidak mau tahu. Mereka menganggab bunyi jebar-jebur itu masih mengingatkan bahwa itu selalu diiringi nyanyian bersuara serak-serak basah yang sexy, sehingga para suami masih membayangkan suatu pergumulan di ranjang yang seru.”
Pak RT memijit-mijit keningnya.
”Terlalu,” batinnya, ”pikiran sendiri kemana-mana, orang lain disalahkan.”
Pengalamannya yang panjang sebagai ketua RT membuatnya hafal, segala sesuatu bisa disebut kebenaran hanya jika dianut orang banyak. Sudah berapa maling digebuk sampai mati dikampung itu dan tak ada seorangpun yang dituntut ke pengadilan, karena dianggap memang sudah seharusnya.
”Begitulah Zus, ” Pak RT sudah berada dihadapan wanita itu lagi. ”Saya harap Zus berbesar hati menghadapi semua ini. Maklumlah orang kampung Zus, kalau sedang emosi semaunya sendiri. ”
Wanita itu lagi-lagi tersenyum penuh pengertian. Lagi-lagi ia menjilati bibirnya sendiri sebelum bicara.
“Sudahlah Pak, jangan dipikir, saya mau pindah ke kondominium saja, supaya tidak mengganggu orang lain.”
Maka hilanglah bunyi jebar-jebur pada jam yang sudah bisa di pastika itu. Ibu-ibu yang sepanjang hari cuma mengenakan daster merasa puas, duri dalam daging telah pergi. Selama ini alangkah tersiksanya mereka, karena ulah suami mereka yang menjadi dingin di tempat tidur, gara-gara membayangkan adegan ranjang seru dengan wanita bersuara serak-serak basah itu.
***
Pada suatu sore, disebuah teras, sepasang suami istri bercakap-cakap.
”Biasanya jam segini dia mandi,” kata suaminya.
”Sudah. Jangan diingat-ingat” sahut istrinya cepat-cepat.
”Biasanya dia mandi dengan bunyi jebar-jebur dan menyanyi dengan suara serak-serak basah.”
”Sudahlah. Kok malah diingat-ingat sih?”
”Kalau dia menyanyi suaranya sexy sekali. Mulut wanita itu hebat sekali, bibirnya merah dan basah. Setiap kali mendengar bunyi sabun menggosok kulit aku tidak bisa tidak membayangkan tubuh yang begitu penuh dan berisi. Seandainya tubuh itu ku peluk dan kubanting ke tempat tidur. Seandainya ..”
Belum habis kalimat suami itu, ketika istrinya berteriak keras sekali, sehingga terdengar sepanjang gang.
”Tolongngngngng! Suami saya berkhayal lagi! Tolongngngngng!”
Ternyata teriakan itu bersambut. Dari setiap teras rumah, terdengar teriakan para ibu melolong-lolong.
”Tolongngngngng! Suami saya membayangkan adgan ranjang lagi dengan wanita itu! Tolongngngngng!”
Suasana jadi geger. Hansip berlari kian kemari menenangkan ibu-ibu. Rupa-rupanya tanpa suara nyanyian dan bunyi byar-byur-byar-byur orang mandi, para suami tetap bisa membayangkan adgan ranjang dengan wanita bersuara serak-serak basah yang sexy itu. Sehingga bisa dipastikan kebahagiaan rumah tangga warga sepanjang gang itu akan terganggu.
Pak RT pusing tujuh keliling. Bagaimana caranya menertibkan imajinasi? Tapi sebagai ketua RT yang berpengalaman, iasegera mengambil tindakan. Dalam rapat besar esok harinya ia memutuskan, agar di kampung itu didirikan fitness centre. Pak RT memutusakan bahwa di fitness centre itu akan diajarkan Senam Kebahagiaan Rumah Tangga yang wajib diikuti ibu-ibu, supaya bisa membahagiakan suaminya di tempat tidur. Pak RT juga sudah berpikir-pikir, pembukaan fitness center itu kelak, kalau bisa dihadiri Jane Fonda.
Kemudian, disepanjang gang itu juga berlaku peraturan baru:
DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI
                                              
Taman Manggu, 29 Desember 1990

Sumber: Majalah SASTRA "HORISON"